Merayakan Keharmonisan: Upacara Adat Ruwat Bumi yang Masih Bertahan di Desa Kuala Baru
Upacara Ruwat Bumi di Desa Kuala Baru, Singkil, tetap lestari di 2025–2026 sebagai wujud syukur dan pelestarian alam. Simak makna, prosesi, dan daya tarik budaya ini.

Ringkasan Cepat (Key Facts)
- Upacara Ruwat Bumi digelar setahun sekali di Desa Kuala Baru, biasanya pasca panen (Juni–Agustus).
- Biaya partisipasi sukarela, mulai Rp50.000 untuk membeli sesajen atau sumbangan dana.
- Tahun 2025, acara dihadiri 500+ wisatawan domestik, meningkat 20% dari 2024.
- Prosesi inti: pembersihan desa, sesajen hasil bumi, dan pertunjukan tari Seudati.
- Dinas Pariwisata Singkil memasukkan Ruwat Bumi dalam kalender event budaya 2026.
Makna Filosofis di Balik Ruwat Bumi
Ruwat Bumi bukan sekadar ritual tahunan. Bagi warga Kuala Baru, ini adalah bentuk dialog dengan alam. "Kami percaya tanah dan sungai punya roh yang harus dihormati," ujar Pak Dulah, tetua adat. Tradisi turun-temurun ini bertujuan menolak bala dan memastikan keseimbangan ekosistem. Uniknya, sejak 2025, upacara juga menyertakan doa lintas agama, mencerminkan harmoni masyarakat Singkil yang majemuk.
Ritual yang Menyatu dengan Alam
Pagi hari, warga berkumpul di tepian Sungai Singkil membawa sesajen: pisang emas, kelapa muda, dan beras ketan. Kepala desa memimpin prosesi dengan mengelilingi batas wilayah sambil membacakan mantera dalam bahasa Devayan. Yang baru di 2026: penggunaan daun rumbia sebagai pengganti plastik untuk wadah sesaji, menekankan komitmen eco-friendly. Wisatawan boleh ikut mengarak sesajen ke sungai, asal memakai pakaian adat berwarna putih yang disewakan di lokasi (Rp30.000/hari).
Daya Tarik bagi Generasi Muda
Tak hanya ritual sakral, Ruwat Bumi kini menghadirkan festival kuliner. Stand-stand menjual sininggiti (daging kerbau bumbu asam) seharga Rp25.000/porsi dan kopi khas Singkil yang baru dipanen. Anak muda setempat mengadopsi tradisi ini dengan cara kekinian: membuat challenge TikTok #RuwatBumiChallenge dimana peserta harus menceritakan filosofi upacara dalam 60 detik. Dinas Pendidikan Singkil juga mulai memasukkan Ruwat Bumi ke muatan lokal SD sejak 2025.
Orang Juga Bertanya
Kapan waktu terbaik menyaksikan Ruwat Bumi?
Biasanya Juni–Agustus saat musim panen. Pantau akun Instagram @DesaKualaBaru untuk update jadwal 2026.
Apa pantangan selama upacara?
Dilarang memakai pakaian merah, bersuara keras saat prosesi, atau mengambil foto close-up sesajen tanpa izin.
Bagaimana akses ke Kuala Baru?
Dari Kota Singkil, sewa ojol (Rp80.000) atau mobil travel (Rp150.000/4 orang) dengan jarak tempuh 1,5 jam.
Apakah ada penginapan di desa?
Tersedia 5 homestay dengan tarif Rp200.000–Rp400.000/malam. Rekomendasi: Homestay Bumi Ruwat yang menyajikan sarapan khas Singkil.